Jumat, 18 November 2011

Kangen

Kepingan kepingan yang dulu utuh itu telah terserak. Tersebar di berbagai pijakan tanah. Tanah yang telah mereka pilih sendiri untuk mengatur dan menjalani hidup. Tanah yang telah mereka pilih untuk menempa diri. Namun, pada dasarnya kepingan itu adalah satu. Tetap tak bisa tergantikan oleh yang lain. Tiap keping itu menyimpan cerita tersendiri. Meski mungkin akan dilupakan, tetap pernah menjadi ukiran memori yang telah dilalui. Tanpa ukiran itu, mungkin kepingan itu tak berada di tempatnya sekarang.

Aku merindukan kepingan kepingan itu, sangat merindukannya, yang telah menjadi bagian dari diriku selama sekian tahun. Kepingan kepingan yang banyak mengajariku, mendorong langkah langkahku, mengisi hati dan hariku hingga terasa begitu penuh. Kepingan kepingan itu tak selalu bersamaku, namun aku percaya mereka  sama sepertiku, merindu....

Kepingan kepingan itu adalah kalian, para sahabatku...

Belajar dari Balita

Anak kecil itu begitu polos dan apa adanya. Tapi jangan salah, sebenarnya dari mereka kita bisa belajar banyak. Salah satunya belajar untuk tidak mendendam. Entah karena usia mereka yang masih begitu hijau untuk memahami makna "mendendam" atau karena memang begitulah sebenarnya sifat asal manusia.
Beberapa hari yang lalu keponakanku asyik bermain bersama teman sebayanya. Awalnya sih akur, tapi lama-lama berantem juga berebut mainan. Keponakanku yang sebenarnya cukup pemberani itu pun menangis karena didorong dan nyaris dicakar temannya.
Setelah beberapa saat mereka pun bermain lagi. Aku pikir keponakanku akan membalas perlakuan temannya tadi. Ternyata tidak, malahan dia meminjamkan mainan yang lain. Seketika itu juga aku berpikir, sedandainya banyak orang dewasa yang perilakunya seperti ini, tentulah berita pembunuhan, penusukan, dan kriminal lainnya tidak akan sebanyak sekarang, bahkan mungkin tidak ada. Mungkin sudah saatnya kita belajar dari kearifan anak kecil, yang belum tahu apa apa, dan hanya mengikuti naluri mereka.